Panggung Songgo Buwono

Saat melewati sapit urang, akan terlihat menara yang dinamakan Panggung Songgo Buwono. Ada kepercayaan bahwa Raja Mataram jaman dulu menggunakan tempat ini sebagai tempat pertemuan dengan penguasa laut selatan Kanjeng Ratu Kidul. Panggung Songgo Buwono didirikan tahun 1777 saat pemerintahan Paku Buwono III (1749-1788). Pembangunan Panggung Songgo Buwono ini dikerjakan oleh seorang tukang batu bernama Kyai Baturetno dan seorang tukang kayu (Kalang) bernama Kyai Noyowrekso .

Diatas atap Panggung Songgo Buwono terdapat gambar seseorang naik seekor naga yang merupakan sengkolo Nogo Muluk Tinitihan Janmo yang menunjukkan angka tahun 1708 tahun jawa pembuatan Panggung Songgo Buwono. Tinggi bangunan ini 30 meter, bertingkat 4 (empat) dengan model atap tutup saji bersudut 8. Panggung Songgobuwono tersebut berfungsi juga sebagai tempat pengawasan jauh untuk mengamati lingkungan sekitar keraton khususnya dari Supit Urang dan Benteng Vastenburg. Fungsi utama Panggung Songgo Buwono adalah tempat meditasi raja saat ingin melakukan kontak batin dengan penguasa laut selatan Kanjeng Ratu Kidul.

Panggung Songgo Buwono diartikan sebagai Lingga atau alat kelamin laki-laki, sedangkan Kori Sri Manganti diartikan sebagai Yoni atau lat kelamin perempuan, Filosofis Lingga Yoni adalah SaronoKadadeaning Urip Ing Donya atau sara terbentuknya kehidupan di dunia. Hari Jum'at 11 November 1954, bangunan atap Panggung Songgo Buwono terbakar. Pada tahun 1978 atap Panggung Songgobuwono tersebut dipugar dengan Sengkolo Kumbuling Noto Sekaring Bawono, menunjukkan angka tahun 1910 Jawa, bentuk atap Tutup Saji diganti dengan bentuk Payung Megar yang dikerjakan oleh abdi dalem Kalang.

 

 

Sumber: 
dari berbagai sumber
Kata Kunci: 
panggung
songgo buwono
menara
08/23/2017 - 03:44